Ads

Allah Yang Maha Programmer

 

Kehidupan yang merupakan hasil dari programming-nya Allah sangat sempurna. Logika-Logika Penciptaan yang dibangun menjadi sebuah struktur algoritma sangat runut, detail dan tanpa bug sama sekali. Tidak ada sistem yang tidak bisa dibobol, dihack kecuali sistem semesta yang dibangun Allah. Hanya saja makhluk, manusia tidak akan pernah mampu memahami lebih dari 0,0000 sekian persen dari alur logika Allah. Manusia hanya salah satu dari sekian juta subjek dalam struktur pemrograman kehidupan yang Allah ciptakan.

Kita ambil contoh sebuah algoritma sederhana untuk menentukan kelulusan siswa berdasarkan nilai. Pembuat program tentu akan menentukan patokan menjadi sebuah pedoman untuk membuat program. Misal, seorang siswa dapat dinyatakan lulus jika mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 75. Maka deklarasi logikanya adalah sebagai berikut :

read (nama, nilai)
if nilai >= 75 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)

Jika ditadabburkan menjadi ilmu program kehidupan, kita akan bisa memahami bagaimana program yang dibangun Allah dalam perjalanan hidup kita. Allah menciptakan program, tentu dibekali dengan manual book atau buku panduan. Kita mempunyai kisi-kisi dan manual book yang menjadi pedoman hidup, ada Al Quran, Hadits Nabi, dan lain sebagainya yang dirangkum dalam pemahaman agama Islam.

Tentu program yang dibangun Allah tidak sesederhana contoh di atas. Ada banyak peubah, tipe, prosedur dan fungsi yang bisa jadi tumpang tindih dan berhubungan dengan nama lain antar manusia, manusia dan tumbuhan, manusia dan hewan, dan antar makhluk lain yang saling berhubungan. Maka tidak heran bila Allah mendelegasikan sedikit kekuasaannya kepada makhluk, manusia untuk membudi-dayakan atau 'menciptakan' sesuatu. Dengan tidak memakai kata cipta yang sebenarnya Allah sendiri yang berhak dan mampu untuk melakukan cipta. Manusia hanya mampu untuk menemukan, mengolah hingga menjadi sesuatu yang baru.

Manusia dibekali dengan Islam yang memuat banyak nilai pedoman. Maka kita dapat mengambil ajaran, jika saya melakukan ini, maka akan jadi seperti itu. Jika kita akan berjalan menuju warung di seberang jalan, langkah pertama yang akan kita ambil akan berpengaruh apa yang terjadi nanti di warung. Langkah pertama berjarak 30 cm akan berbeda jika langkah pertama yang akan kita ambil adalah 40 cm. Belum lagi jika dihubungkan dengan parameter kecepatan kita berjalan.

Atas seluruh pedoman di dalam Islam, kita dapat memilih, bagaimana kita akan menjalani program kehidupan ini. Ada program sholat lima waktu, ada program puasa, dan lain sebagainya. Bagaimana jika kita rutin melaksanakan program tersebut sesuai dengan manual book yang disediakan Pencipta? Bagaimana hasil akhirnya ketika kita melaksanakan seluruh pedoman yang ada di dalam Al Quran? Bagaimana pula jika kita ingkar dan tidak memilih alur yang menjadi pedoman tersebut? Tentu tidak mudah kita memprediksi hasil akhir dari sebuah program yang kita jalani, karena akan berhubungan dengan apapun yang kita jalani. Bagaimana kita berhubungan dengan orang lain? Bagaimana tingkat kejujuran kita? Bagaimana pola kita tidur, pola makan, pola mbebuang, dan lain sebagainya? Semuanya berhubungan, dan Allah mempunyai rumusnya yang kita tidak pernah tau detailnya.

Meskipun rumitnya pemrograman yang Allah ciptakan, pada akhirnya Allah yang mempunyai sifat Rahman dan Rahim, sifat Ghofur, manusia akan diberikan ampunan dan diberi kesempatan kembali untuk mengulang program ketika manusia sebelumnya melakukan kesalahan.

Jika, sekali lagi jika, hasil akhir dari perjalanan adalah surga dan neraka, apakah kita bisa memprediksi, berdasarkan program yang telah kita jalani. Ke surga kah kita? Ke neraka kah kita?

Post a Comment

0 Comments