Ads

Tadabbur untuk Selalu Berinteraksi dengan Al-Quran

 


Kembali kepada Al-Quran seharusnya jangan berhenti hanya sebagai slogan saja, melainkan lebih kepada selalu berinteraksi dengan Al-Quran sebagai Kalam Allah agar kita selalu dekat dengan Allah.

Berbagai macam cara dapat kita lakukan untuk berinteraksi dengan Al-Quran, yaitu dengan membacanya yang kemudian dapat kita kaji arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Tentu untuk mengartikan bahkan selebihnya mentafsirkan tidaklah mudah. Banyak ulama tafsir yang dapat kita ikuti untuk mempelajari kajian Al-Quran, sehingga kita dapat mengerti Al-Quran sebagai pedoman hidup yang benar-benar kita pegang.

Cara lain untuk berinteraksi dengan Al-Quran yaitu dengan mengaji dan mentadabburi. Dalam hal ini tidak memerlukan keahlian dalam mentafsir arti secara mendalam, hanya perlu untuk membijaksanai untuk menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah.

Sesuai dengan dhawuh Allah, Afala yatadabbarunal-Qur'an, am 'ala qulubin aqfaluha. Maka, tidaklah mereka menghayati Al-Quran, ataukah hati mereka sudah terkunci? (QS. 38:29). Justru mentadabburi Al-Quran lebih utama untuk membuka hati kita dalam menerima rahmat Allah berupa segala sesuai yang ada di alam semesta.

Pedoman yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam mentadabburi Al-Quran adalah dengan asal apapun yang menjadi output kita baik perkataan maupun perbuatan adalah kebaikan bagi diri sendiri, orang lain maupun makhluk Allah yang lain. Maka, bukti kecintaan Allah kepada makhluk berupa alam semesta ini hendaknya dapat kita kreatifi atau kita respon dengan penuh cinta dalam kebaikan.

Dalam rumus Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh jelas, tanpa mengesampingkan arti yang sebenarnya, kita dapat memaknai bahwa apapun rahmat yang ada di sekitar kita, seharusnya menjadi barokah untuk kita semua. Kalimat tersebut sering kita dengar dalam berbagai perjumpaan, maka dapat kita maknai bahwa rahmat Allah berupa keringanan dan kesehatan dalam perjumpaan tersebut dapat kita olah bersama-sama menjadi sebuah manfaat bagi orang-orang di dalam perjumpaan tersebut.

Penghayatan dan perenungan terhadap Al-Quran dapat kita rasakan langsung di dalam hati agar setiap perbuatan yang kita lakukan benar-benar bermanfaat dan bukan sesuatu yang tidak berguna.

Memang, sekadar membaca ayat-ayat Al-Qur'an saja sudah mendapatkan pahala, tetapi jangan lupa bahwa kita juga dituntut untuk mengamalkan isi Al-Qur'an, karena fungsi utamanya adalah hudan linnas, petunjuk bagi manusia. Cara mengetahui bahwa isinya adalah petunjuk harus didahului dengan memahami dan merenungkan maknanya. Jika bacaannya telah sempurna, diiringi pemahaman yang dalam, lalu dihafal dan diamalkan, maka tak syak lagi, inilah yang disebut manusia Al-Qur'an.

Post a Comment

0 Comments