Berita  

Gus Yahya Amini Konsolidasi Kaderisasi Pada Penutupan Kongres XVI Fatayat NU 2022

Kongres XVI Fatayat NU telah selesai digelar mulai dari Kamis (14/7/2022) hingga Ahad (17/7/2022) di Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan. Menghasilkan di antaranya pemilihan ketua umum Fatayat NU periode 2022-2027.

Pada penutupan Kongres Fatayat NU 2022 ini hadir Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Beliau mengapresiasi gelaran Kongres tersebut. Menurutnya kongres ini menunjukkan kekompakan yang sempurna.

banner 325x300

“Dan saya tahu ini adalah buah dari sukses konsolidasi di bawah kepemimpinan Fatayat sebelumnya, yaitu Sahabat Anggia Ermarini. Terima kasih atas khidmahnya. Semoga ini bukan akhir dari khidmah beliau sebagaimana yang dijalani oleh pendahulunya,” kata Gus Yahya mengawali sambutan.

Gus Yahya mengaku senang setelah mendengar pidato ketua umum Fatayat NU terpilih, yaitu Margaret Aliyatul Maimunah yang menegaskan pentingnya kaderisasi. Agenda-agenda dan tanggungjawab Nahdlatul Ulama takkan bisa dijalankan tanpa keikutsertaan kaum perempuan.

Seperti dilansir dari NU Online, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU telah membangun satu skema organisasi yang komprehensif dan integral mulai dari keseluruhan struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama sampai dengan badan-badan otonomi atau banom.

“Jadi, hierarki pelatihan kader ini akan menjadi nantinya akan menjadi tulang punggung dari sistem meritokrasi di dalam struktur organisasi. Nah, oleh karena itu saya sangat berharap kepengurusan atau jajaran Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama ke depan ini sungguh-sungguh memperhatikan konsolidasi dalam hal pelatihan kader yang terstruktur,” harapnya.

Sebab, lanjut Gus Yahya, ketika diintegrasikan ke dalam sistem pelatihan kader NU secara keseluruhan ini akan langsung bisa matching, tidak ada selisih, tidak ada geseh antara satu dengan yang lain.

“Kedua, hubungan yang terkait dengan eksekusi agenda-agenda yang ditetapkan di dalam Nahdlatul Ulama para kader Fatayat di struktur kepengurusan PBNU itu posisinya adalah sebagai struktur pembuat kebijakan, kira-kira apa agenda-agenda yang ditetapkan, bagaimana strategi yang harus dijalankan, ini diputuskan oleh struktur kepengurusan Nahdlatul Ulama mulai dari pengurus harian sampai lembaga-lembaga,” paparnya.

Dalam penutupan kongres XVI Fatayat NU di JSC Palembang ini turut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Hj. Ida Fauziyah, Gubernur Sumatera Selatan Herman Daru dan Ketua PWNU Sumatera Selatan KH. Amiruddin Nahrawi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *